IONWATER - Amalia Widi Astikasari: Membawa Barre Intensity Semakin Dikenal di Indonesia

Article Information

Amalia Widi Astikasari: Membawa Barre Intensity Semakin Dikenal di Indonesia

by Admin Ionwater

on 16 Jul 2026

Amalia Widi Astikasari: Membawa Barre Intensity Semakin Dikenal di Indonesia

Di balik berkembangnya komunitas Barre Intensity di Indonesia, ada sosok Amalia Widi Astikasari atau yang akrab disapa Sari. Berawal dari keinginan untuk hidup lebih sehat setelah mengalami sakit berat, kini ia dipercaya sebagai Master Trainer Barre Intensity Indonesia yang telah melatih puluhan calon instruktur di berbagai kota di Tanah Air.

Perjalanan tersebut tentu bukan sesuatu yang instan. Dari seorang pecinta olahraga yang memulai langkahnya dengan berlari, ia berhasil membangun komunitas, memperkenalkan Barre Intensity kepada masyarakat Indonesia, hingga mendapat kepercayaan langsung dari kantor pusat Barre Intensity di Amerika Serikat.

Berawal dari Mengubah Gaya Hidup Menjadi Lebih Sehat

Perjalanan Amalia Widi Astikasari di dunia olahraga dimulai pada 2013. Saat itu, ia memutuskan mengubah gaya hidup setelah mengalami sakit yang cukup serius. Olahraga menjadi titik awal perubahan tersebut, dimulai dari lari hingga mencoba berbagai jenis latihan lainnya.

Dari berbagai olahraga yang dicoba, Pilates menjadi aktivitas yang paling membuatnya jatuh hati. Semakin merasakan manfaat olahraga bagi tubuhnya, Sari kemudian memutuskan mengambil berbagai sertifikasi agar pemahamannya mengenai kebugaran semakin mendalam. Namun, keputusan tersebut justru membuka jalan yang sama sekali tidak ia duga sebelumnya, yaitu menjadi seorang instruktur.

Selain dikenal sebagai trainer Pound, Sari terus mencari keseimbangan dalam rutinitas latihannya. Menurutnya, olahraga berintensitas tinggi perlu diimbangi dengan latihan low impact yang berfokus pada penguatan otot dan stabilitas tubuh agar tubuh tetap kuat dan terhindar dari risiko cedera. Dari situlah ia mulai mengenal Barre Intensity dan menemukan jenis latihan yang mampu melengkapi aktivitasnya sebagai trainer sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi tubuh.

"Saya awalnya hanya ingin ilmu olahraga saya lebih baik. Tapi ternyata justru membawa saya menjadi seorang guru."

Di akhir 2019, Sari mengikuti pelatihan Barre Intensity pertama di Indonesia. Tak lama setelah itu, pandemi COVID-19 melanda dan hampir seluruh aktivitas olahraga dilakukan secara daring.

Berbeda dengan kelas olahraga lainnya, Barre menjadi satu-satunya kelas yang ia bisa ajarkan melalui Instagram Live. Respons peserta ternyata sangat positif. Antusiasme masyarakat membuat kelas daringnya berkembang pesat, bahkan melalui Zoom jumlah peserta yang mengikuti kelas bisa mencapai 100 hingga 200 orang dalam satu sesi.

Dari Indonesia Hingga Dipercaya Menjadi Master Trainer

Perkembangan kelas yang dibangun Sari rupanya menarik perhatian kantor pusat Barre Intensity di Amerika Serikat. Melihat dedikasi dan konsistensinya, mereka meminta Sari untuk menjadi perwakilan Indonesia sekaligus membuka pelatihan bagi calon instruktur Barre Intensity.

Meski begitu, kepercayaan tersebut tidak langsung ia terima. Sari mengaku sempat menolak tawaran tersebut hingga tiga kali karena merasa belum cukup percaya diri. Namun, dukungan dari tim pusat membuatnya akhirnya memberanikan diri menjalani seluruh proses menjadi Master Trainer.

Perjalanan tersebut tidak mudah. Ia membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan seluruh tahapan dan ujian hingga akhirnya resmi dipercaya menjadi Master Trainer Barre Intensity Indonesia.

Pada akhir 2023, Sari memberikan training perdana di Samarinda, Kalimantan. Sejak saat itu, pelatihan Barre Intensity terus berkembang dan kini telah diselenggarakan hampir 20 kali di berbagai kota di Indonesia.

Mengenal Barre, Olahraga yang Ramah untuk Semua Usia

Meski mulai populer dalam beberapa tahun terakhir, masih banyak masyarakat yang belum mengenal Barre.

Menurut Sari, Barre Intensity merupakan kombinasi antara Pilates, functional training, dan dance yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan tubuh secara menyeluruh.

Berbeda dengan latihan yang berfokus pada otot besar, Barre lebih banyak melatih otot-otot kecil yang berperan penting dalam menjaga postur tubuh, keseimbangan, fleksibilitas, hingga kontrol gerakan.

Gerakannya pun cenderung low impact sehingga lebih ramah bagi persendian dan dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia.

Bagi mereka yang aktif melakukan olahraga berintensitas tinggi seperti lari atau latihan kardio lainnya, Barre juga dapat menjadi pelengkap latihan karena membantu memperkuat otot penyangga sehingga mengurangi risiko cedera.

Perpaduan Pilates dan Musik yang Membuat Barre Berbeda

Salah satu alasan terbesar Sari memilih mendalami Barre adalah karena perpaduan antara Pilates dan musik.

Baginya, kombinasi gerakan yang terstruktur dengan iringan musik membuat latihan terasa lebih menyenangkan sekaligus tetap menantang.

Ia pun merasakan sendiri manfaat Barre terhadap tubuhnya. Postur tubuh yang sebelumnya kurang seimbang kini menjadi lebih baik, core strength meningkat, dan tubuh terasa jauh lebih kuat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Menariknya, Barre sendiri memiliki sejarah yang unik. Olahraga ini dikembangkan oleh mantan balerina, Lotte Berk, yang menciptakan rangkaian gerakan sebagai bagian dari proses rehabilitasi cedera punggung yang dialaminya.

Karena terinspirasi dari gerakan balet, beberapa latihan memang terlihat menyerupai posisi seorang ballerina. Namun, ia menegaskan bahwa siapa pun dapat mengikuti kelas Barre tanpa harus memiliki latar belakang balet maupun tubuh yang fleksibel. Menurutnya, konsistensi adalah kunci. Seiring waktu, tubuh akan beradaptasi dan kemampuan fleksibilitas maupun kontrol gerakan akan berkembang secara alami.

Berkembangnya Olahraga Barre Intensity di Indonesia

Sejak pelatihan Barre Intensity mulai dibuka di Indonesia, perkembangan komunitasnya terus menunjukkan tren positif.

Peserta yang mengikuti sertifikasi datang dari berbagai latar belakang olahraga, mulai dari Pilates, yoga, hingga instruktur fitness. Tidak hanya di Jabodetabek, pelatihan kini juga telah menjangkau berbagai daerah seperti Kalimantan, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali.

Untuk menjadi instruktur Barre Intensity, peserta harus mengikuti comprehensive training selama dua hari yang berisi materi teori dan praktik. Setelah itu, mereka masih harus melewati proses sertifikasi internasional dengan mengirimkan video mengajar kepada kantor pusat Barre Intensity di Amerika Serikat sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan resmi menjadi International Certified Instructor.

Melihat perkembangan tersebut, Sari optimistis komunitas Barre di Indonesia akan terus tumbuh dan semakin dikenal masyarakat luas.

Membangun Legacy Barre Intensity di Indonesia

Bagi Amalia Widi Astikasari, tujuan terbesarnya bukan sekadar menjadi instruktur, melainkan membangun komunitas Barre Intensity yang mampu bertahan hingga generasi berikutnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat Indonesia mengenal manfaat Barre sebagai olahraga yang mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, ia juga ingin melihat semakin banyak instruktur Indonesia yang mampu membawa nama Barre Intensity ke tingkat internasional.

Perjalanan tersebut tentu masih panjang. Namun, melihat perkembangan komunitas Barre Intensity dalam beberapa tahun terakhir, ia percaya bahwa dengan kolaborasi, dukungan berbagai pihak, dan semangat untuk terus berkembang, Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu negara dengan komunitas Barre Intensity yang diperhitungkan di dunia.

Dukungan ION WATER dalam Perjalanan Sari Sebagai Trainer Barre Intensity

Di balik perjalanan panjangnya mengembangkan Barre Intensity di Indonesia, Sari mengaku ada satu pihak yang selalu memberikan dukungan sejak awal, yaitu ION WATER. Bahkan, menurutnya, dukungan tersebut sudah hadir jauh sebelum dirinya resmi menjadi Master Trainer.

"ION WATER adalah brand yang paling support saya bahkan sebelum saya menjadi Master Trainer. Mereka memberikan ruang untuk saya terus memperkenalkan Barre Intensity ketika olahraga ini masih belum banyak dikenal."

Sebagai seseorang yang aktif mengajar berbagai kelas setiap minggu, menjaga kondisi tubuh menjadi prioritas utama bagi Sari. Selain mengatur pola makan, memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, dan lemak baik, ia juga selalu memastikan tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.

ION WATER menjadi minuman yang selalu ia bawa, baik saat mengajar maupun menjalani aktivitas sehari-hari. Menurutnya, menjaga hidrasi sama pentingnya dengan latihan karena tubuh membutuhkan cairan dan elektrolit yang cukup agar tetap mampu beraktivitas secara optimal.

Dengan kandungan elektrolit yang membantu penyerapan cairan lebih cepat dibandingkan air putih biasa, ION WATER membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama berolahraga. Selain itu, tanpa pengawet dan pemanis buatan, ION WATER dapat menjadi pilihan untuk menemani aktivitas harian maupun sesi latihan dengan intensitas tinggi.

Ingin Mencoba Olahraga Barre Intensity?

Barre Intensity menawarkan kombinasi latihan yang memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas, sekaligus membantu memperbaiki postur tubuh dengan gerakan yang ramah bagi persendian. Saat berolahraga, jangan lupa jadikan hidrasi sebagai bagian dari rutinitas latihan. Dengan kandungan ion yang mirip dengan cairan tubuh, ION WATER membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang selama berolahraga, sehingga tubuh tetap terhidrasi, membantu mengurangi risiko kram otot, dan siap kembali beraktivitas.

 

Baca Juga

5 Cara Tetap Aktif Selama Berpuasa Di Rumah

Berpuasa selama masa social distancing memang mengharuskan kita untuk menghabiskan sebagian besar waktu #DiRumahAja. Tapi bukan berarti kita tidak bi

By Admin Ionwater On 28 Dec

Gaya Hidup Aktif dan Rendah Kalori Ala Nycta Gina

Siapa yang tidak kenal Nycta Gina? Lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia hiburan tanah air, kita mengenal Gina, begitu panggilan akrabn

By Admin Ionwater On 27 Jan

Pentingnya Gaya Hidup Aktif untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Mens sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dewasa ini, semboyan tersebut tidak lagi hanya semata jargon, na

By Admin Ionwater On 27 Jan