IONWATER - Main Padel Lebih Nyaman dan Konsisten? Semua Dimulai dari Hidrasi

Article Information

Main Padel Lebih Nyaman dan Konsisten? Semua Dimulai dari Hidrasi

by Admin Ionwater

on 19 Feb 2026

Main Padel Lebih Nyaman dan Konsisten? Semua Dimulai dari Hidrasi

Author: Dian Rahma, S.Gz., RD

 

Padel semakin digemari karena permainannya yang cepat, dinamis, dan menjadi ajang menjalin hubungan sosial. Meski terlihat menyenangkan dan tidak seberat olahraga endurance, Padel sebenarnya menuntut kerja fisik dan mental yang cukup tinggi. Sayangnya, banyak pemain masih mengabaikan satu aspek penting yang sangat memengaruhi performa di lapangan, yaitu hidrasi.

Sebagian besar pemain baru minum ketika merasa haus. Padahal, rasa haus sering kali muncul saat tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Dalam olahraga seperti Padel, kondisi ini bisa berdampak langsung pada kualitas permainan.

 

Padel dan Kehilangan Cairan yang Tidak Terlihat

Padel adalah olahraga raket dengan pergerakan tubuh yang intens, seperti interval sprint, lompatan, dan perubahan arah yang cukup dinamis. Tubuh akan merespon hal ini dengan mengeluarkan keringat untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Bersamaan dengan itu, cairan tubuh dan elektrolit penting ikut hilang. 

Faktanya, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah bermain padel selama 70-80 menit (permainan dilakukan pada suhu 22,5°C; kelembapan 43%), terjadi penurunan jumlah elektrolit, seperti natrium, kalium, klorida, dan magnesium. Selain itu, terdapat pula perubahan warna urin menjadi lebih gelap yang mengindikasikan adanya dehidrasi setelah latihan1,2.

Menariknya, kehilangan cairan tidak selalu terasa jelas. Pemain bisa saja tidak merasa sangat berkeringat, terutama saat bermain di lapangan indoor atau pada cuaca yang tidak terlalu panas. Namun, secara fisiologis, tubuh tetap mengalami penurunan cairan dan elektrolit.

Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan asupan cairan dan elektrolit yang cukup, tubuh akan mulai bekerja kurang optimal.

 

Dehidrasi dapat Menurunkan Performa

Penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi (kehilangan ≥2% berat badan) sudah dapat menimbulkan dampak yang bukan hanya pada stamina, tetapi juga pada fungsi kognitif3,4. Dalam konteks Padel, dehidrasi bisa terasa sebagai:

  • Fokus yang menurun
  • Reaksi yang lebih lambat
  • Pukulan yang kurang presisi
  • Potensi kram otot
  • Kelelahan yang datang lebih cepat di akhir permainan.

Berhubung Padel adalah olahraga yang mengandalkan kecepatan membaca permainan dan ketepatan gerak, kondisi ini rawan memicu terjadinya cidera saat bermain Padel. 

 

Kenapa Air Saja Tidak Cukup

Keringat tidak hanya mengandung air, tetapi juga elektrolit. Elektrolit berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, dan mendukung kerja otot berjalan dengan baik. Jika yang digantikan hanya air, sementara elektrolit terus hilang, tubuh akan lebih sulit mempertahankan hidrasi. Inilah alasan mengapa sebagian pemain masih merasa cepat lelah atau tidak stabil meskipun sudah banyak minum air. 

Pada sesi bermain yang lebih lama atau intens, cairan dengan elektrolit—terutama yang rendah kalori—bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tanpa menambah asupan energi berlebih.

 

Hidrasi sebagai Bagian dari Rutinitas Bermain

Pemain Padel sebaiknya tidak menunggu haus untuk minum. Jadikan hidrasi sebagai bagian dari rutinitas bermain: memastikan tubuh sudah terhidrasi sebelum masuk lapangan, minum secara bertahap selama bermain, dan mengganti cairan setelah selesai bermain. Pendekatan ini membantu menjaga performa tetap stabil dari awal hingga akhir permainan, sekaligus mendukung pemulihan tubuh agar siap untuk sesi berikutnya.

Padel mungkin terlihat sederhana, tetapi menyimpan banyak detail yang memengaruhi kualitas permainan. Hidrasi adalah salah satunya. Kehilangan cairan yang tampak sepele bisa berdampak pada fokus, ketepatan, dan daya tahan selama bermain. Dengan menjaga hidrasi dan keseimbangan elektrolit, pemain tidak hanya merasa lebih nyaman di lapangan, tetapi juga dapat bermain lebih konsisten dan aman. Karena pada akhirnya, performa terbaik selalu dimulai dari tubuh yang terhidrasi dengan baik.

 

Referensi:

1. Pradas, F., García-Giménez, A., Toro-Román, V., Sánchez-Alcaraz, B. J., Ochiana, N., & Castellar, C. (2020). Effect of a Padel Match on Biochemical and Haematological Parameters in Professional Players with Regard to Gender-Related Differences. Sustainability, 12(20), 8633. https://doi.org/10.3390/su12208633

2. Lopes, A. J., Campos, M. J., Rosado, F., Rama, L., Ribeiro, A. S., Martinho, D., ... & Massart, A. (2024). Analysis of Hydration Habits Before and During a Specific Training Session in Male Padel Athletes Aged over 65: Physiological and Psychological Implications. Nutrients, 16(20), 3513.

3. Muñoz-Urtubia, N., Vega-Muñoz, A., Estrada-Muñoz, C., Salazar-Sepúlveda, G., Contreras-Barraza, N., & Castillo, D. (2023). Healthy Behavior and Sports Drinks: A Systematic Review. Nutrients, 15(13), 2915. https://doi.org/10.3390/nu15132915

4. Wittbrodt, M. T., & Millard-Stafford, M. (2018). Dehydration impairs cognitive performance: a meta-analysis. Med Sci Sports Exerc, 50(11), 2360-2368.

Baca Juga

5 Cara Tetap Aktif Selama Berpuasa Di Rumah

Berpuasa selama masa social distancing memang mengharuskan kita untuk menghabiskan sebagian besar waktu #DiRumahAja. Tapi bukan berarti kita tidak bi

By Admin Ionwater On 28 Dec

Gaya Hidup Aktif dan Rendah Kalori Ala Nycta Gina

Siapa yang tidak kenal Nycta Gina? Lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia hiburan tanah air, kita mengenal Gina, begitu panggilan akrabn

By Admin Ionwater On 27 Jan

Pentingnya Gaya Hidup Aktif untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Mens sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dewasa ini, semboyan tersebut tidak lagi hanya semata jargon, na

By Admin Ionwater On 27 Jan