IONWATER - Air yang Menemani Perjalanan Menjadi Ibu

Article Information

Air yang Menemani Perjalanan Menjadi Ibu

by Admin Ionwater

on 19 Feb 2026

Air yang Menemani Perjalanan Menjadi Ibu

Author: Dian Rahma, S.Gz., RD

 

Pada awal kehamilan, banyak ibu tidak menyangka bahwa minum air bisa menjadi tantangan. Rasa mual yang datang tanpa aba-aba, membuat segelas air putih terasa terlalu penuh, bahkan terkadang memicu muntah. Padahal, di fase inilah tubuh sedang bekerja keras—menyesuaikan diri, membangun kehidupan baru, dan membutuhkan lebih banyak cairan dari biasanya.

Ibu hamil memerlukan tambahan air sekitar 300 ml per harinya, sehingga rekomendasi konsumsi air hariannya mencapai 2,6 liter atau meningkat hingga 40%1. Saat asupan cairan menurun akibat mual dan muntah, sementara kebutuhan tubuh terus meningkat, dehidrasi ringan dapat terjadi tanpa disadari. Akibatnya, tubuh terasa lebih cepat lelah, fokus mulai berkurang, dan urin berubah menjadi lebih pekat. Keluhan-keluhan ini sering dianggap wajar dalam kehamilan, sehingga tidak selalu dihubungkan dengan kurangnya cairan. Padahal faktanya, 42% ibu hamil di Indonesia tidak memenuhi kecukupan asupan cairan harian2.

Tidak hanya membuat tubuh merasa lebih cepat lelah dan fokus menurun, air mempunyai peran yang lebih besar dalam kehamilan yaitu menjadi bagian dari cairan ketuban. Sekitar 3 hingga 5% ibu hamil dapat mengalami kondisi cairan ketuban terlalu sedikit (Oligohidramnion)4. Kondisi ini berkaitan erat dengan dehidrasi pada saat kehamilan dan dapat diamati pada ibu hamil yang tidak cukup mengonsumsi minum sehari-harinya5Setelah bayi lahir, tantangan bergeser ke fase menyusui. Setiap hari, tubuh ibu memproduksi air susu dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan bayi. Di mana faktanya 87-88% komposisi ASI adalah air3. Cairan yang dikeluarkan melalui ASI ini tentu harus digantikan. Ibu menyusui, membutuhkan tambahan air hingga 800 ml per harinya, sehingga direkomendasikan untuk mengonsumsi air kurang lebih 3 liter setiap harinya1.  Jika hal ini tidak terpenuhi, tubuh akan melakukan kompensasi dengan berbagai mekanisme yang dimiliki oleh tubuh ibu. Di sinilah banyak ibu mulai merasa cepat lelah, kurang segar, dan sulit memulihkan energi.

Selain kompensasi yang berdampak pada tubuh ibu, cairan ASI yang diproduksi juga lambat laun akan terkena dampak apabila kebutuhan cairan ibu menyusui tidak terpenuhi. Ibu yang terhidrasi dengan baik dan memiliki komposisi tubuh yang optimal dapat mempertahankan produksi ASI dengan lebih baik dan menjaga kesehatan ginjal serta keseimbangan elektrolit6Dalam keseharian, ibu sering menunda minum karena sibuk mengurus bayi. Hal ini terbukti dalam fakta yang menyebutkan bahwa 54% ibu menyusui di Indonesia tidak memenuhi kecukupan asupan cairan harian2. Air putih tetap menjadi pilihan utama, tetapi tidak selalu mudah dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dan tentunya tidak selalu mengandung elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada kondisi tertentu—seperti cuaca panas, tubuh yang banyak berkeringat, atau mual yang masih dirasakan—sumber cairan seperti minuman elektrolit dapat sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

Minuman dengan kandungan elektrolit rendah kalori dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu penyerapan cairan dengan lebih efektif, tanpa menambah asupan kalori berlebih. Minuman ini dapat membantu ibu menjaga keseimbangan cairan tubuh di tengah tuntutan fisik yang tinggi. 

Menjadi ibu sering kali berarti mendahulukan kebutuhan anak. Namun, dengan menjaga hidrasi, ibu juga sedang menjaga dirinya sendiri. Karena tubuh yang terhidrasi dengan baik adalah fondasi penting bagi ibu yang sehat dan bayi yang tumbuh optimal.

Referensi:

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

2. Bardosono, S., Prasmusinto, D., Hadiati, D. R., Purwaka, B. T., Morin, C., Pohan, R., Sunardi, D., Chandra, D. N., & Guelinckx, I. (2016). Fluid Intake of Pregnant and Breastfeeding Women in Indonesia: A Cross-Sectional Survey with a Seven-Day Fluid Specific Record. Nutrients, 8(11), 651. https://doi.org/10.3390/nu8110651

3. Kim, S. Y., & Yi, D. Y. (2020). Components of human breast milk: from macronutrient to microbiome and microRNA. Clinical and experimental pediatrics, 63(8), 301–309. https://doi.org/10.3345/cep.2020.00059

4. Aggarwal, P., & Patra, S. (2018). Correction with oral hydration improves maternal and perinatal outcome in women with third trimester isolated oligohydramnios. Int J Reprod Contracept Obstet Gynecol, 7(2), 671-677.

5. Rosemiarti, T., Siregar, P., Hardinsyah, H., Pardede, S. O., Santoso, B. I., Riza, R. A., & Tjahjono, E. (2022). An additional adequate water intake increases the amniotic fluid index in pregnant women with oligohydramnios: a systematic review. Jurnal Gizi dan Pangan, 17(1), 47-56.

6. Mazur, D., Rekowska, A. K., Grunwald, A., Bień, K., Kimber-Trojnar, Ż., & Leszczyńska-Gorzelak, B. (2024). Impact of Maternal Body Composition, Hydration, and Metabolic Health on Breastfeeding Success: A Comprehensive Review. Medical science monitor : international medical journal of experimental and clinical research, 30, e945591. https://doi.org/10.12659/MSM.945591.

Baca Juga

5 Cara Tetap Aktif Selama Berpuasa Di Rumah

Berpuasa selama masa social distancing memang mengharuskan kita untuk menghabiskan sebagian besar waktu #DiRumahAja. Tapi bukan berarti kita tidak bi

By Admin Ionwater On 28 Dec

Gaya Hidup Aktif dan Rendah Kalori Ala Nycta Gina

Siapa yang tidak kenal Nycta Gina? Lebih dari satu dekade berkecimpung di dunia hiburan tanah air, kita mengenal Gina, begitu panggilan akrabn

By Admin Ionwater On 27 Jan

Pentingnya Gaya Hidup Aktif untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Mens sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dewasa ini, semboyan tersebut tidak lagi hanya semata jargon, na

By Admin Ionwater On 27 Jan